Parenting

Hari Keluarga Nasional: Tonggak Penting Membangun Manusia Indonesia

Keluarga sebagai lingkungan pertama yang dikenal anak sejak dilahirkan memiliki peran yang sangat besar bagi pertumbuhan anak. Dalam lingkungan keluarga, anak mempelajari dan diajari berbagai hal yang menjadi bekal bagi kehidupannya di masa datang. Orang tua, terutama ibu adalah tempat belajar pertama bagi anaknya, sehingga pola pengasuhan yang diberikan orang tua kepada anak akan menentukan karakter anak selanjutnya.

Tentang Harganas.jpegKeluarga sebagai majelis yang pertama kali menanamkan nilai – nilai dan norma sosial. Ketika keluarga memberikan pendidikan yang baik dan mencontohkan akhlak yang baik, maka perilaku yang baik sesuai kebiasaan dalam keluarga akan terlihat saat berada di luar lingkungan keluarga.

Keluarga (rumah tangga) adalah suatu institusi sosial yang berasas karena  jeluarga menjadi penentu utama tentang apa jenis warga masyarakat. Keluarga yang sejahtera adalah tiang dalam pembinaan masyarakat (sufean hussin dan Jamaluddin tubah, 2004:1)

Berdasarkan  Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor  39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional (HARGANAS), ditetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan merupakan hari libur.  Hari Keluarga Nasional dan diperingati setiap tahun oleh BKKBN dengan berbagai kementerian terkait dengan melibatkan mitra kerja seperti Tim Penggerak PKK.

Tahun 2017, Hari Keluarga Nasional kembali diperingati di Provinsi Lampung pada tanggal 29 Juni yang mengambil tema “Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan.” Dari tema tersebut, bisa ditarik satu benang merah bahwa keluarga memegang peranan sangat penting dalam menyukseskan pembangunan bangsa. Pembangunan keluarga memiliki korelasi positif terhadap kemajuan bangsa. Dari keluarga lah, langkah awal dilakukan dalam rangka membangun karakter bangsa.

Sejarahnya, peringatan Hari Keluarga secara nasional telah dicanangkan oleh Presiden Soeharto, pada tanggal 29 Juni 1993 di Provinsi Lampung. Hari keluarga merupakan upaya untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, betapa pentingnya suatu keluarga. Keluarga mempunyai peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dari keluargalah kekuatan dalam pembangunan suatu bangsa akan muncul.

Harganas juga merupakan upaya meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. Dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan berbangsa kepada anggota keluarga sejak dini, akan menjadikan keluarga sebagai wahana yang tangguh bagi terwujudnya keluarga yang berkualitas.

Agar bisa membangun karakter bangsa melalui pembangunan keluarga, maka setiap keluarga selayaknya harus bisa menerapkan delapan fungsi keluarga. Delapan fungsi keluarga itu dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan dan keteladanan. Delapan fungsi tersebut adalah :

  1. Fungsi Agama. Dalam keluarga, seorang anak mengenal agama untuk pertama kalinya. Ada sekitar 12 nilai dasar sebagai pondasi beragama bagi setiap anak diantaranya iman, takwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesalehan, ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, sabar dan ikhlas serta kasih sayang.
  2. Fungsi Sosial Budaya. Penanaman nilai luhur budaya dilakukan pertama kalinya melalui keluarga. Nilai luhur itu sudah menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara seperti toleransi dan saling menghargai, gotong royong, sopan santun, kebersamaan dan kerukunan, kepedulian dan cinta tanah air atau nasionalisme.
  3. Fungsi Cinta Kasih. Komponen utama dalam membentuk karakter seorang anak adalah kasih sayang. Setiap orang tua berkewajiban memberikan kasih sayang pada semua anak-anaknya. Sikap cinta dan kasih harus ditanamkan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka.
  4. Fungsi Perlindungan. Keluarga harus bisa menjadi temapta yang aman atau tempat berlindung bagi anak-anak. Lima nilai dasar seperti aman, pemaaf, tanggap, tabah, dan peduli harus benar-benar ditanamkan kepada anak-anak.
  5. Fungsi Reproduksi. Salah satu tujuan berkeluarga adalah melestarikan keturunan. Dalam menjalankan fungsi reproduksi keluarga berkewajiban menanamkan tiga nilai dasar, yaitu: tanggung jawab, sehat, dan teguh. Sehingga keluarga dapat menjalankan fungsi reproduksi dengan baik dan bertanggung jawab.
  6. Fungsi sosialisasi pendidikan. Dalam menerapkan fungsi ini, keluarga harus menanamkan beberapa nilai moral utama yaitu percaya diri, luwes, bangga, rajin, kreatif, tanggung jawab dan kerja sama.
  7. Fungsi Ekonomi. Keluarga harus dapat menjadi tempat membina dan menanamkan nilai-nilai keuangan agar terwujud keluarga yang sejahtera.
  8. Fungsi Lingkungan. Keluarga menjadi tempat yang tepat menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan agar nantinya menghasilkan pribadi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Keluarga Berencana.jpegUntuk menyambut Hari Keluarga Nasional 29 Juni, Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty memberikan kiat khusus bagi setiap keluarga yang merayakannya.

Kiat-kiat tersebut antara lain pertama, Berkumpul dengan Keluarga. Upayakan bisa berkumpul bersama dengan keluarga setiap 29 Juni. Berhubung hari itu bukan hari libur nasional, sisihkan waktu dengan makan bersama, memasak bersama keluarga, agendakan berkumpul bersama minimal 20 menit sehari.

Kedua, interaksi dengan anggota keluarga. Luangkan waktu untuk saling bicara dan berbgai pengalaman serta bercengkrama dengan semua anggota, jangan berinteraksi lewat media sosial. Komunikasi secara langsung lebih berkualitas. Silaturahmi akan lebih meningkatkan hubungan antar keluarga satu sama lain.

Ketiga, menjadikan keluarga berdaya. Buatlah kegiatan yang bisa memanfaatkan potensi masing-masing anggota keluarga. Sehingga bisa menjadikan anggota keluarga menjadi pribadi mandiri, bisa mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan hidup.

Dengan demikian, harganas ini diharapkan mampu menjadi wahana menyukseskan program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla, khususnya butir 5 membangun manusia berkualitas.

Sumber :Direktorat KIE dan Advokasi – BKKBN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s