Humanis

Spider-Man Homecoming Review

(Movie Review) – Spider-Man is coming up. Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan nonton Premier Spider-Man Homecoming…Ini hanya review yaa.. bukan spoiler..

Beberapa film Spider-Man yang sebelumnya saya tonton dibintangi oleh Tobey Maguire (2002, 2004 dan 2007) yang cute (menurut saya) dengan latar belakang sebagai seorang fotografer lepas. So pastinya mature dengan intrik-intrik dunia bekerja dan percintaan.

20170704_1758162013 kita menyaksikan Andrew Garfield beraksi menjadi superhero laba-laba dengan latar anak kuliah. Peter Parker ini bisa dibilang galau dalam percintaannya dengan Gwen. Pada film ini juga sudah mulai terlihat Spider-Man yang culun dan suka nyeletuk.

2017, Tom Holland menampilkan Spider-Man sebagai remaja usia 15 tahun siswa SMA. Dalam karakter anak usia belasan tersebut, terlihat superhero ini ingin membuktikan bahwa dia bisa menyelesaikan sesuatu sendiri. Pada film Spider-Man Homecoming, Marvel sepertinya kembali menampilkan konsep awal komik superhero Spider-Man yang anak sekolahan.

20170704_172514Seperti anak usia belasan lain, Peter Parker (Tom Holland) di film ini menunjukan perilaku anak seusianya yang suka gadget, cerdas, dan masih menjadi bahan candaan teman-teman sekolahnya. Namun, di Spider-Man Homecoming, Peter Parker menunjukan bahwa dia bisa memecahkan kasus sendiri.

Alur cerita film baru ini masih nyambung dengan film Avengers: Infinity War, Peter Parker direkrut Tony Stark dan membuatnya semakin percaya diri. *bahkan sangat percaya diri.

BadMan pada film ini adalah Adrian Toomes (Michael Keaton), seorang kontraktor yang mendapat pekerjaan untuk membersihkan lokasi dan materian pasca perang Avangers. Kekesalannya muncul saat ada pihak yang melarang dia dan timnya melanjutkan pekerjaan. Namun, Toomes memiliki ide brilian dari material pasca perang yang ternyata masih disimpan di gudangnya.

Alat – Alat Super Canggih

Material pasca perang Avangers yang tersimpan di gudang Toomers disulap menjadi senjata pemusnah super canggih.

Toomes juga membuat kostum perang yang memungkinan Toomers  terbang dan dilengkapi senjata.

Tony Stark memberikan kostum Spider-Man yang canggih kepada Peter. Selain sebagai pelacak, kostum baru ini juga dilengkapi banyak program.

Mau tau teknologi canggih lainnya, tonton filmnya ya..

Beberapa adegan lucu di dalam film ini tidak membuat film monoton serius.

Dalam Spider-Man kali ini, Peter didampingi sahabatnya bernama Ned (Jacob Batalon), seorang anak laki-laki yang gemuk, cerdas dan mahir IT setia dengan Peter.

Pada setiap adegan Peter mendapat kesulitan, ada yang datang membantu. Siapa dia? Diibaratkan seorang ayah, sang penolong mencoba melindunginya dan memberi sedikit sanksi juga kepada Parker.

Setelah magang dengan Tony Stark dan bertarung dengan Tim Avangers, Apakah Peter berminat bergabung menjadi Tim Avangers?

Film superhero nggak lepas dari tokoh lawan main. Di film ini, Peter menyukai Liz kakak kelasnya. Nah..siapa Liz, apa hubungannya dengan lawan Peter, siapa yang selalu menjaga Peter dan bagaimana ceritanya…  wajib tonton. Spider-Man… Friendly Neighborhood.

Sekian review film Spider-Man Homecoming…

1 thought on “Spider-Man Homecoming Review”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s