Travelling

Jelajah Wisata Di Bangka (Part 1) Pagoda Vihara Puri Tri Agung Dan Pantai Tikus

Di tantang untuk menyelenggarakan kegiatan di Pulau Bangka, awalnya saya agak gimana gitu… karena temen-temen dikasi pilihan untuk menyelenggarakan kegiatan di daerah-daerah kota besar dengan daerah wisata yang sudah ternama. Namun, Bismillah. Saya dan tim tetap semangat untuk menyelenggarakan kegiatan kami di Pulau Bangka yang dibuka oleh Sekda Provinsi Bangka Yan Megawandi. Nama kegiatan kami “Penyusunan Materi Komunikasi Bidang Pembiayaan Perumahan”.

Usai melaksanakan kegiatan dalam rangka tugas kantor, tepatnya tanggal 24 Oktober 2018, saya hanya memiliki waktu sehari untuk menjelajahi Pulau Bangka. Saya g tau harus mulai menjelajah di lokasi mana, yang saya tau, Bangka terkenal dengan daya Tarik wisata pantainya. Hasil intrograsi sopir, kami dibawa ke destinasi wisata religi yaitu Pagoda Vihara Puri Tri Agung dan Pantai Tikus Sungailiat Bangka.

Perjalanan dari hotel ke lokasi ditempuh dalam waktu 45 menit tanpa rem. Maksud saya, lancar tanpa hambatan dan merupakan daerah sepi penduduk.

Setibanya di sana, kami disambut oleh sekumpulan guguk (anjing) penjaga yang mendekat. Don’t worry. Mereka jinak. Temenku Chacha yang dari awal melihat banyak guguk ketakutan dan enggan untuk keluar. Tapi dengan bantuan babang Komar, Chacha pun mau keluar mobil.

Di dalam Vihara nampak beberapa jamaah sedang sembahyang. Insyaallah kehadiran kami g mengganggu ibadah mereka. Vihara Puri Tri Agung ini memiliki interior yang terbilang cukup mewah di tambah arsitektur bangunan yang kokok dan elegan.

Cekrek ..cekrek..cekrek..saya memfoto bangunan vihara dari berbagai angle.

WhatsApp Image 2018-10-26 at 8.06.37 AMPagoda Vihara Puri Tri Agung adalah pagoda yang terletak di Kecamatan Parit Pandang, Kota Sungai Liat Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung yang diresmikan tanggal 18 Januari 2015 oleh Menteri Agama dan Menteri Pariwisata. Di dalam Vihara terdapat 3 buah patung yang cukup besar yaitu konghucu, budha dan taoisme.

Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk, hanya saja kita wajib menjaga kebersihan dan etika berbicara maupun bersikap saat berada di Pagoda ini. Fasilitas umum di pagoda ini juga dilengkapi kios makanan, sehingga kita tidak perlu khawatir kelaparan.

Saat berdiri di tangga vihara kita bisa melihat gugusan pantai. Namanya Pantai Tikus.

WhatsApp Image 2018-10-26 at 8.06.42 AMAlhamdulillah dirombongan saya ada Akang Dudi Sugandi. Itu tuh.. fotografer hits dari Bandung. Beliau kami undang menjadi narasumber dalam kegiatan saya. Beberapa foto sempat diabadikan Kang Dudi. Hasilnya.. Amazing….

Dengan senjata lengkapnya Kang Dudi menunjukkan kepada kami kokoh dan megahnya bangunan Pagoda Vihara Puri Tri Agung dengan drone nya. Sekeliling vihara pun terlihat. Termasuk Pantai Tikus di depan vihara. That’s our next destination.

WhatsApp Image 2018-10-26 at 8.06.41 AMTidak lama kemudian, dari kejauhan ada yang memanggil saya. Hehe… suara ada tapi orangnya g nampak. Suara Yogi dan Riyan.

Pantes mereka tidak kelihatan di sekitar vihara, ternyata mereka sedang menyusuri pantai yang tadi kami lihat dari drone Kang Dudi.

Subhanallah.. pantainya seperti pantai yang belum terjamah

Satu lokasi terdapat dua destinasi wisata. Itulah Pagoda Vihara Puri Tri Agung dan Pantai Tikus di Sungailiat Bangka. Hal lain yang menarik disektiar vihara adalah laut dan bibir pantainya dapat kita lihat dari atas vihara. Kehadiran Pagoda Vihara dan Pantai Tikus ini, dapat mengangkat kembali kawasan wisata di daerah tersebut.

Informasi dari sopir kami, dulu di depan vihara dan pantai ini terdapat sebuah mercusuar yang cukup tinggi yang berfungsi mengawasi kapal-kapal/perahu yang melintas di pantai tersebut. Namun dikarenakan tidak begitu diperhatikan sehingga mercusuar rusak dan dirobohkan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Yang saya kutip dari pa sopir, “disebut Pantai tikus bukan karena di sini banyak tikusnya, stapi karena pantai ini banyak terdapat jalan tikus (jalan setapak). Konon katanya, menurut cerita beberapa puluh tahun yang lalu jalan tikus ini dulu di manfaatkan beberapa oknum untuk menyelundupkan timah keluar Pulau Bangka.”

Dulu, pantai yang paling panjang di Kota Sungailiat Kabupaten Bangka ini jarang dikunjungi masyarakat karena menurut cerita di sekitar pantai terkenal cukup “angker”. Isu ini sengaja disebar agar para oknum penyelundup bebas melakukan aksinya. Namun belakangan pantai ini sudah mulai banyak di kunjungi wisatawan karena memang cukup menarik untuk di kunjungi.

20181026_075045-01Sebagai informasi, Pantai Tikus terletak di Desa Rebo Kelurahan Kenanga, Sungailiat dan berada di antara Pantai Rebo (Pantai Rebuk) dan Pantai Tanjung Pesona. Pantai ini memiliki banyak sekali batuan granit berukuran besar yang berada di sekitaran pantai, tebing batu granit terjal yang masih alami serta air jenih kebiruan bukti pantai ini  masih alami dan luar biasa indahnya dengan pasir yang landai.

Pantai tikus sendiri terdiri dari beberapa bagian yaitu bagian utama terletak di samping Pantai Tanjung Pesona. Di samping bagian utama terdapat Pantai Asmara. Namun pantai ini sekarang telah di pagar tembok dan entah dimiliki dan dikelola untuk apa. Setelah Pantai Asmara kemudian Pantai Pagoda, pantai ini terletak tepat di hadapan Pagoda Vihara Pantai Tikus Bangka. Pantai ini memiliki karakter pantai yang unik, ada sisi yang berpasir dan ada juga sisi yang bertebing dengan tumpukan batu granit.

Yang cukup terkenal adalah Pantai Pagoda Vihara yang berhadapan langsung dengan Pagoda Vihara Puri Tri Agung dan Pantai Akasia yang terdapat hutan angkasia yang cukup rindang.

Sisi lain Pantai Tikus adalah Pantai Tikus Kebun Mangga, seperti namanya di sebut pantai pohon mangga karena di sini terdapat kebun mangga yang sangat luas. Namun pantai ini sedikit sempit untuk melakukan aktifitas pantai, selain itu jalur akses menuju pantai masih cukup sulit karena sangat curam. Pantai ini di pagar oleh pagar kayu dan kawat berduri, hal ini di maksudkan untuk menghindari tangan – tangan jahil yang akan mencuri mangga.

Nah gaes… Pagoda Vihara Puri Tri Agung dan Pantai Tikus Sungailiat di Bangka sangat bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang wajib untuk di kunjungi.

#wisatabangka #vihara #wonderfullindonesia #pantai #beach #mercusuar

Infrastructure

Padang Bypass Akhir Mei 2017 Bisa Dilalui

Jakarta – Peningkatan konektivitas di jalan lintas barat Sumatera dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka pengembangan wilayah dan pemerataan pembangunan, termasuk yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Dari panjang jalan 420,46 Km yang membentang dari Batas Provinsi Bengkulu hingga Sawahlunto, saat ini dalam kondisi mantap.

Salah satu ruas jalan strategis tengah dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional III (BPJN) Padang, Ditjen Bina Marga yakni pekerjaan Peningkatan Kapasitas Jalan Padang Bypass, sepanjang 27 Km yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2017.

Peningkatan kapasitas jalan dilakukan dengan melebarkan lajur jalan yang ada, dari dua menjadi empat lajur, masing-masing dari seksi Gaung-Lubuk Begalung sepanjang 5 km dan seksi Lubuk Begalung-Duku sepanjang 22 km.

“Ruas jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena merupakan jalur logistik ke Kabupaten Pesisir Selatan dan Provinsi Bengkulu. Selain itu juga menghubungkan antara Bandara Minangkabau dengan Pelabuhan Teluk Bayur,” kata Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto baru-baru ini.

Sementara itu, Kepala BPJN III Padang Syaiful Anwar mengatakan dari 27 Km, saat ini dalam tahap penyelesaian sepanjang 1,7 kilometer. Pelebaran jalan Padang Bypass didanai APBN yang berasal dari pinjaman Bank Export-Import Korea Selatan senilai Rp 436 miliar. Sementara untuk proses pengadaan lahannya dilakukan dan didanai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang.

Pada ruas jalan tersebut, juga dibangun sebanyak sembilan jembatan dengan panjang 558 meter. Pembangunannya dimulai sejak April 2014 yang dilakukan oleh kontraktor joint operation KYERYONG Construction Industrial Co.,LTd  – PT. Yala Persada Angkasa.

Sementara itu dalam menghadapi mudik Lebaran 2017, Syaiful menyatakan ruas jalan yang dilalui pemudik di Provinsi Sumatera Barat dalam kondisi mantap. Meski demikian, terdapat beberapa titik rawan longsor telah diinventarisasi dan dilakukan antisipasi dengan menerjunkan personil dan alat berat ke lokasi rawan longsor tersebut.

Kementerian PUPR juga memberikan dukungan bagi pengembangan kawasan wisata Mandeh di Sumatera Barat yang berjarak sekitar 56 km dari Kota Padang. Syaiful Anwar menegaskan akan menyelesaikan secara bertahap jalan akses ke kawasan wisata Mandeh yakni ruas Teluk Kabung- Mandeh sepanjang 45 Km. Konstruksi pembangunan ruas jalan tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 444 milyar termasuk didalamnya untuk pembangunan beberapa jembatan dengan total panjang 210 meter.

Tahun 2017, pembangunan jalan akses wisata Mandeh dilakukan sepanjang 7 Km dengan alokasi anggaran Rp 100 milyar. Proses pembebasan lahan juga tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Nantinya ruas jalan ini akan memiliki lebar 6 meter agar bisa dilintasi oleh bus wisata berukuran sedang dan dilakukan perbaikan geometri jalan sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengendara.

Objek wisata Mandeh sudah dikenal baik di dalam dan luar negeri karena memiliki pulau-pulau eksotis dan wisata bahari sehingga dijuluki Raja Ampat di Indonesia Barat. Kampung Mandeh berada di Teluk Carocok Tarusan dan terdapat beberapa pulau kecil disekitarnya yakni Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjang Besar dan Kecil dan Pulau Cubadak. (ind)

*pindahan isi blog dari http:/indahijpratiwi.blogspot.co.id 

Travelling

Kebun Teh Nglinggo Di Kawasan Wisata Kulon Progo

22 April 2017 – Mengisi liburan panjang, saya dan keluarga merencanakan liburan ke Purworejo dan Kulon Progo. Kebun Teh Nglinggo berada di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Sekitar pukul 09.00 usai nyekar di Grantung, Purworejo kami berangkat ke tempat wisata alam Kebun Teh Nglinggo. Waktu tempuh dengan mobil dari Purworejo ke kebun teh sekitar 1,5 jam.
20170422_133443.jpgMenuju ke sana, kami disambut dengan jajaran pepohonan khususnya pohon pinus yang berbaris di tepian jalan. Jalan berkelok-kelok dan naik turun menyerupai puncak. Ingat, sempatkan melakukan pengecekan kendaraan yang akan digunakan untuk berwisata ya. Karena kawasan wisata tersebut memiliki trek jalan berkelok-kelok, tanjakan dan tikungan tajam.
 20170422_115743
Menuju Kebun Teh Nglinggo, kami menyempatkan untuk singgah di beberapa tempat untuk berfoto dan membeli makanan kecil.
20170422_115940.jpg
Tiket masuk ke Kebun Teh Nglinggo sebesar Rp 5.000 per orang yang terdiri dari dua tiket masuk. Sedangkan untuk biaya parkir Rp 5.000 per mobil.
20170422_121452.jpg
Alhamdulillah…bisa jalan-jalan ke Purworejo bersama mama dan keluarga. Ibu mertua yang berusia 73 tahun tetap semangat menyusuri kebun teh. Momen yang langka bisa wisata bersama.
367db-img_20170422_114704_hdra
tebing di suatu tempat
Di lokasi yang sama, juga terdapat beberapa objek wisata seperti Hutan Pinus dan Bukit ngISIS. Unik ya namanya. Ingat loh.. ini Bukit ngISIS, pake “n” dan “g”. Pengelola sengaja mengecilkan dua huruf tersebut agar eyechatching. Untuk masuk dan berfoto di sini, ada tambahan tiket masuk Rp 3.000 per orang. Di Bukit ngISIS kita bisa berfoto di banyak tempat antara lain lokasi foto menyerupai The Lodge Maribaya, lokasi off road dan camping serta hutan pinus.
Apa saja yang ada di Bukit ngISIS? cek di cerita perjalanan saya berikutnya y…
 20170422_125700a.jpg
Sesuai namanya, kawasan Kebun Teh Nglinggo masuk dalam Desa Wisata Nglinggo yang terletak dipuncak perbukitan menoreh Kulon Progo. Pengunjung yang datang dapat memetik daun teh sambil menikmati keindahan alam perbukitan serta melihat petani teh memetih daun atau pucuk teh saat musim panen.
 20170422_114140.jpg
Kebun Teh Nglinggo adalah tempat wisata yang masih baru di Kulon Progo, sehingga kedai-kedai di sana belum memiliki menu beragam. Beberapa menu yang ada seperti Dawet Ireng, Somai, Mie Instan dan Teh Nglinggo serta cemilan lain. Usai mendaki gunung lewati lembah…eh menyusuri sebagian kebun teh, kami mampir ke warung untuk beristirahat sejenak. Alhamdulillah.. bisa cobain Dawet Ireng/Hitam yang menjadi minuman khas Purworejo dan icip icip cemilan warung sekitar.
20170422_123243.jpg
Dawet Ireng
20170422_131857.jpg
Kedai mas Qatro
20170422_125739.jpg
Nah…kawasan wisata Kebun Teh Nglinggo wajib dikunjungi bagi kalian yang ingin menikmati wisata alam yang masih baru. Dukung terus wisata baru di Indonesia ya..  (ind)